Amelia itu mimpi-mimpi indah gua, sering gua pengen gak pernah bangun lagi dan tidur buat selamanya kalo gua lagi memimpikannya, gua terasa mati dan udah ada dalam surga karena dalam mimpi gua, gua liat bidadari. Gua bangun lalu nangis karena tau semua itu cuman mimpi, hari gua di awali dengan air mata karena kangen berat sama bidadari yang ada di mimpi gua, gimana mungkin gua gak memimpikannya dalam tidur gua sedangkan di alam jaga gak satu pun nafas gua terhembus tanpa merindukannya, karena dia segalanya buat gua dan gua gak ada artinya buat dia.
Kenyataan gua gak pernah seindah mimpi, mungkin karena mimpi gua terlalu indah untuk terjadi di kenyataan yang pahit ini. Kini gua cuman seorang pemimpi, yang terlelap dalam fatamorgana, terbangunkan oleh kerinduan, dan tersadarkan dengan air mata. Bagaimana mungkin seorang pemimpi kaya gua bisa bersanding dengan cewek sempurna bernama Amelia, cewek yang bisa membuat mimpi gua jadi nampak nyata, membuatnya seperti terasa surga, walau pun surga itu gak pernah terbayang, namun di wajahnya nampak jelas tergambarkan.
Gua kadang heran kalau kenyataan gua gak seindah mimpi kenapa gua gak di tidurkan aja selamanya, toh kalo hidup gua gak pernah berarti di mata Amel mungkin mati gua bisa lebih bermakna, bisa lebih berharga buat dia, dan gua bisa menikmati terus menerus mimpi indah gua, tanpa perlu terbangun karena rindu, dan tersadarkan dengan air mata, gua muak dengan semua itu. Entahlah ! Hidup ini jadi terasa berat padahal gak ada yang membebani gua tapi kalau wajah Amel terbayang gua jadi lebih kuat, buat menghadapi pahit getirnya hidup gua yang penuh luka ini, hidup yang bikin gua terluka tapi bahagia, hidup yang mempertemukan gua ke seorang cewek yang paling sempurna (Dia) Amelia.
Amelia..
Setiap aku menyebut nama'mu
Hati ini bernafas dan menghembuskan cinta
Setiap wajah'mu terbayang
Waktu seolah terhenti dan semua luka seolah hilang
Padahal luka ini tak pernah tersembuhkan
Padahl perih ini tak pernah reda
Namun bila wajah mu tergambar
Luka ku seolah sirna , jantung berdetak dengan lancar
Amelia..
Rapuh'nya aku takkan pernah engkau tau
Hati yang pernah kau sentuh
Hati yang kau elus dengan belaian lembut
Hati yang kau cabik dan kau tikam
Segala prasaan yang berkecamuk di alam hati
Kesedihan ku, Kegelisahan ku, Kerinduan ku, Kecintaan ku
Terbendung dalam telaga jiwa
Prasaan yang takkan datang jika bukan karena cinta yang ku rasa'kan
Amelia..
Hingga kini, hari ini, menit ini, detik ini
Aku selalu melihat'mu saat memejamkan mata
Bahkan saat mata'ku terbuka bayang mu selalu ada
Seolah kerinduan ini menjelma menjadi wujud'mu
Ingin ku memeluk'mu
Mencumbu wangi aroma kasih sayang mu
Meniman-nimang prasaan yang tak terbalaskan
Meski dalam ruang hayal ku, dalam renung ku, dalam kemustahilan ku
Amelia..
Bila langit mendung, aku melihat wajahmu terlukis di angkasa
Hingga hujan turun, ku rasakan tetesannya seolah engkau memeluk tubuhku
Saat hujan reda, aku melihat senyummu di sinar emas sang nirwana
Di langit malam
Aku melihat parasmu berthata di singgasana purnama
Sayang aku melihat bintang di sisimu
Menambah anggun eloknya kemegahanmu
Dari bumi yang ku pijak ini
Aku berdiri di atas kehinaan dan kekurangan
Menatap engkau, mengagumi engkau, dan berangan-angan
Bisa bersanding dengan'mu di atas sana di bumi kayangan
Amelia..
Di sini air mata ku tumpah memabasahi tanah
Andai air mata ini abadi maka akan ku jadikan saksi
Tentang sebuah prasaan dari dalam hati yang tak pernah kau mengerti
Tentang hatiku yang masih bernafas untukmu
Tentang aku yang masih mencintaimu
Tentang aku yang tak bisa melupakanmu
Tentang aku yang tak pernah engkau tau
Jika aku mencintaimu..
Puisi ini tercipta di tengah malam, saat rasa kantuk gua terusik oleh kerinduan yang menjelma menjadi bayangan lu, membuat gua gak bisa tidur, gua tumpahkan semuanya ke sebuah kertas melalui sebatang pena dan goresan tinta, terciptalah puisi ini buat dia, buat Amel. Gua gak tau apa jadinya kalo puisi ini dia baca, mungkin dia biasa-biasa aja atau bahkan gak ada artinya. :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar