Minggu, 06 Juli 2014

Mukadimmah.

Sebelum manusia di lahirkan Tuhan tlah menentukan bagaimana realita kehidupannya dan setiap manusia yang terlahir di dunia ini memiliki ceritanya masing-masing yang setiap kronologi ceritanya itu bisa di jadikan pelajaran bagi orang yang berfikiran positif dan yang akalnya dapat mencernanya dengan baik, karna kalau orang yang selalu berfikiran negatif maka akan memiliki pandangan negatif pula walau melihat sebuah kebaikan tetap akan buruk di mata orang yang berfikiran negatif, jadi orang-orang yang baik itu orang yang berprasangka baik dengan fikiran yang positif, kalo di ibaratkan teko (tempat air minum) kalau isi teko' itu kopi ya' yang keluar pasti kopi dong, kalau isinya susu ya' yang keluar susu juga. Di dunia inilah tepatnya 30 desember 1997 terlahir seorang manusia datang dengan membawa jeritan dan air mata, karna mungkin dia tau bahwa hidup ini tak mudah karna “hidup adalah perjuangan”. Di dunia yang fana ini dia tumbuh, di dunia yang membesarkannya ini dia mengawali langkah, di dunia ini dia mengenal rasa cinta dan ini adalah kisah cinta gua. Gua terlahir dalam keluarga sederhana yang sudah merasakan pahit manisnya kehidupan, yang sudah mengalami perputaran roda nasib. Gua bukanlah seorang yang istimewa, gak punya bakat apa-apa atau kecerdasan otak yang di atas rata-rata, gua cuman seorang biasa.

Gua sekolah dasar di “SD Muhammadiyah 5 Banjarmasin” walau pun gua bukan orang Muhammadiyah. Sehabis lulus dari SD bokap gua menawarkan gua buat masuk pesantren di Banjarmasin juga, pas di bawa ke pesantren itu hati gua tertutup dan sama sekali gak tertarik sedikit pun buat sekolah di sana. Hingga akhirnya gua masuk sekolah menengah pertama di salah satu SMP di Banjarmasin, di sekolah inilah kehidupan gua yang sebenarnya bermulai. Di sekolah yang bisa di katakan sekolah yang lumayan keren ini karna memiliki lahan yang luas dan di tumbuhi banyak tumbuhan hijau dengan susana yang nyaman banget. Di sekolah ini gua banyak menemukan hal baru, bukan hanya teman baru tapi sebuah ikatan baru lebih dari pertemanan yang pertama kali pernah saya rasakan. Di sinilah pertama kali gua mengenal prasaan cinta dan pertama kali merasakan indahnya jatuh cinta, walau mungkin prasaan yang gua punya ini bukan cinta yang sesungguhnya karna usia gua yang masih ABG banget tapi perasaan ini begitu nyata. Di sini gua mengenal seorang cewek cantik yang juga teman sekelas gua. Awalnya gak ada sama sekali prasaan suka dan setiap melihat dia gua merasa biasa-biasa aja dan gak ada prasaan yang istimewa, tapi waktu jugara yang merubah segalanya. Seiring waktu berlalu prasaan suka itu muncul sampai buat pertama kalinya gua mencoba memberanikan diri mengungkapkan prasaan ke cewek, rasanya indah banget pas dia nerima gua sebagai pacarnya tapi perasaan itu gak berlangsung lama karna buat pertama kalinya gua merasakan sakit hati pas dia mengakhiri ikatan yang sudah terjalin. Prasaan sakit hati yang gu rasakan membawa luka yang mendalam sampai dari luka ini seolah mengilhami gua. Dari prasaan yang gua rasakan gua tuangkan segalanya ke dalam sebuah tulisan sampai tercipta berjuta puisi, puisi yang tercipta dari segores luka, puisi yang tercipta dari seorang cewek yang kalo bukan karna dia mungkin gua gak bakalan bisa membuat tulisan-tulisan kaya yang gua tulis selama ini termasuk tulisan yang lu baca. Cewek itu namanya Amelia dan nama itu bakal selalu mengisi setiap posting di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar