Gua ini seorang baladewa itu nama untuk penggemar band Dewa19, gua suka Dewa19 dari kecil pas gua masih TK mungkin, awalnya bokap beliin album Dewa19 judulnya "Atas Nama Cinta" lagu pertama yang gua denger dan gua suka banget itu judulnya "Arjuna" sampai sekarang lagu-lagu Dewa19 itu masih sering gua puter. Di antara semua lagu Dewa19 ada satu lagu yang bikin hati gua berdebar, kenangan gua melayang, mata gua berkaca-kaca, judulnya "Risalah Hati".
Setiap gua dengar itu lagu nada-nadanya membangun bayangan Amelia dan itu nyata banget, gua bisa rasain aroma wangi tubuhnya, kelembutan wajahnya yang mensejahterakan penderitaan gua, pingin banget gua memeluknya, namun hayalan gak bisa bersanding dengan kenyataan. Ini lagu favorit gua tapi gua gak berani dengernya karena bakal bikin gua down, sama kaya Amel dia cewek yang gua cinta tapi gua gak berani buat memilikinya, karena gua tau gua gak pernah pantas buat dia, gua takut gak bisa bahagiakan dia, gua takut bikin dia kecewa, walau gua tau kalau di bandingkan ke siapa aja yang cinta sama Amel gua yakin gak akan ada yang setara sama gua, karena cinta gua bukan milik manusia biasa.
Cuman puisi yang kaya gini yang bisa gua cipta, bukan kebahagiaan, bagaimana mungkin gua bisa memiliki seorang Amel kalau yang gua punya cuman cinta dan hati yang selalu terluka, membahagiakan diri sendiri aja gua gak bisa, apa lagi membahagiakan dia.
Tak sanggup ku menahan tangis
Kesedihan tak sanggup ku menepis
Alunan nada nan melankolis
Berdendang tajam hingga kalbu teriris
Syair lagu yang menyayat hati
Seperti membawa ku pada masa yang tlah terlewati
Saat engkau aku cintai
Kala kau tak dapat ku miliki
Di masa itu hati ku tak henti bernyanyi
"Aku bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku meski kau tak cinta kepada ku"
Sebait syair dari lagu "Risalah Hati"
Seperti sebuah mantra tuk menarik simpati
Kini bila ku dengar lagu itu
Membuka tabir kelam masa lalu
Membawa kembali segenap rasa rindu
Kerinduan yang bergelut dalam jiwa yang pilu
Aku merindukan mu mahadewi ku
Aku tak bisa hidup tanpa mu
Karna separuh nafas ku terbang bersama dirimu..
Gua cuman bisa mengindahkan kata-kata bukan hidup, hidup gua gak seindah puisi-puisi gua, karena kalau puisi gua yang merangkainya, tapi kalau hidup Tuhan yang mengaturnya, dan gua cuman bisa ngikutin apa yang sudah di atur Tuhan berharap akan ada sebait syair yang indah dariNya buat gua dan gua selalu bersyukur kepdaNya yang tlah mempertemukan walau tak mempersatukan gua kepada sosok yang menjadi puisi-puisi gua, inspirator terbesar gua, orang paling berpengaruh dalam kehidupan gua, seorang gadis sederhana tapi istimewa buat gua, Amelia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar